Instagram, kita break dulu yah !

Jika judul di atas, di post sama Ayu TingTing, barangkali 23 juta Followernya bakalan dibuat nangis.

Namun berhubung judul diatas punya saya, kemungkinan besar tak akan membuat siapapun menangis, malah 200an follower saya bakalan berpesta karena feed mereka bersih dari postingan sampah. 😟

Ok, kembali menyoal Instagram dan biar terkesan sedikit terpelajar, ehem 🤓 mari kita berbicara dengan data.

Berdasarkan laporan Hootsuite dan We Are Social di Digital in 2017 : Southeast Asia . Setidaknya 55% persen dari kita sudah mengenal yang namanya internet, dan 40%  telah memiliki akun jejaring sosial atau sekitar 106 jutaan dari total populasi Indonesia, bahkan angka tersebut merupakan urutan keempat dalam hal penggunaan sosial media secara global. 😵

Dan dari kesemua angka – angka di atas, 40 jutaan adalah pengguna jejaring sosial Instagram.

Dan rata-rata kita menggunakan social media selama 3 Jam lebih perharinya dan 77% diantara kita menggunakannya setiap hari, bahkan Indonesia berada di urutan ke tujuh secara global, berdasarkan waktu yang dihabiskan dalam jejaring sosial.

Instagram memang kini menjadi jejaring sosial berbagi foto yang paling populer dengan pengguna 700an juta dengan 40 Milyar foto dengan Indonesia yang merupakan salah satu pengguna terbesar secara global.

Lantas, mengapa saya rehat ber-instagram.

Sebenarnya saya tidak benar-benar berhenti menggunakan instagram, walau kenyataanya akun pribadi saya sudah nonaktif.

Saya tetap berinstagram untuk keperluan usaha. Namun setidaknya tidak lagi terlalu lama berada disana. Untuk upload saya sudah dibantu oleh Buffer, Hootsuite dan Later. Untuk memantau komentar, sudah ada Facebook Page Manager, dan alhasil saya berhasil untuk tidak ber-instagram selama seminggu 😆 dan rasanya jauh lebih indah.

Apakah hanya dari instagram, saya rehat ?

Tidak juga, kini saya benar rehat dari kebanyakan jejaring sosial.

Instagram, seperti yang saya jelaskan diatas, kini hanya ada akun usaha dan komunitas.

Facebook, sebenarnya dikatakan masih aktif juga tidak terlalu tepat. Salah satu (dan juga merupakan alasan terbesar) alasan saya masih enggang menonaktifkan Facebook lantaran terlalu banyak akun internet yang terkoneksi dengan Facebook dan untuk reconnect kesemua itu terlalu banyak menghabiskan waktu, jadi saya biarkan saja seperti awal. Alasan lainnya, seperti koneksi antar teman, komunitas bahkan Facebook Page usaha saya sebenarnya juga cukup penting. Jadi setelah menimbangnya, saya tetap membiarkannya tetap aktif setelah menghapus semua foto  dan 98% post saya. Dan kini bahkan saya bisa tidak membuka facebook selama 2 minggu, cheers 😉

Dan yang terakhir Twitter, berhubung saya masih bingung mengkategorikan yang satu ini, termasuk jejaring sosial atau media sosial. Hal ini lantaran Twitter sendiri menyebut diri mereka sebagai News Feed. Okelah tak mengapa,

Twitter merupakan satu-satunya akun yang saya biarkan hidup (saya juga sudah menghapus semua tweetnya)

Menurut saya secara pribadi, Twitter lah yang paling bermanfaat disamping sedari dulu memang saya mencintai produk yang satu ini, walau secara pemakaian saya tidak termasuk addict, bahkan bisa tergolong jarang membuka Twitter.

So … Setelah berusaha bebas dari jejaring sosial – daring saatnya untuk bebas secara finansial lalu bebas dari kesendirian – menikah 😂.

Sumber :

We Are Social and Hootsuite, DIGITAL IN 2017: GLOBAL OVERVIEW

We Are Social Media and Hootsuite, Digital in 2017: Southeast Asia

Napoleon Cat, Instagram user demographics in Indonesia – March 2017

Techcrunch – Instagram’s growth speeds up as it hits 700 million users

Omnicore – Instagram by the Numbers: Stats, Demographics & Fun Facts

250 Amazing Instagram Statistics and Facts (January 2018) | By the Numbers

How Much Time Will the Average Person Spend on Social Media During Their Life? (Infographic)

Leave a Reply