Pengrajin kursi, malaikat dan bisikannya

aku terdiam, kukira dirimu mampu duduk di kursi yang ditempa dari bintang-bintang

kemarin, ketika gemuruh telah usai
engkau datang memesan sebuah kursi
kursi yang kuat
dan besar
pagi ini, malaikat datang
antara gemerisik ia berbisik
ia memiliki sebuah kursi dari langit
ditempa dari bintang-bintang
ketika gelap bernama malam membilas langit
ratusan kaki-kaki kuda menderap
engkau yang ingin kursi datang
kursi dari bintang-bintang itu
kuberikan kepadamu
engkau tersenyum
lalu pergi, menderap
esoknya, kursi itu dan engkau kembali
tak tersenyum
“mengapa malaikat ikut terduduk” engkau bertanya
disana, disisimu, malaikat yang berbisik diantara gemirisik pagi itu terdiam
aku terdiam, kukira dirimu mampu duduk di kursi yang ditempa dari bintang-bintang
(2013)
 

Leave a Reply

%d bloggers like this: