Sang Penggoda

Pecayalah, bahwa aku telah berkisah pada pohon
pada senja dan fajar
bahkan pada mati
dia yang merah, tetap menggoda
Saya selalu menyukai caranya bernafas, sungguh, nikmat, menggembirakan
saya juga menyukai suaranya yang lirih, menanamkan setiap suku kata hingga ingatan terdalam
matanya hitam pekat diantara sapuan putih
mengelilingi sang penjaga kemurnian yang
tak terlewati sesal
jarang kudapati dirinya tertawa, yah ia biasa tersenyum sembari tertunduk seakan menyimpan tawa untuk dirinya sendiri
salahkan bila saya katakan dia memang nyata adanya.
(2013)

Tinggalkan Balasan