Norwegian Wood

Cukup lama rasanya tak pernah membaca – sebuah yang dapat dikatakan buku – hingga setiap kali menyentuhnya kembali seolah rasa bersalah mencuat. Yah sudahlah, semua itu sedikit banyak tertebus dengan buku yang baru saja aku tutup.

Negara Kelima

“Mereka hanya ingin berteriak. Biar semua dunia tahu dan mengerti bahwa “nusantara” ini bukan sekedar serpihan bekas kolonial. Nusantara kita mungkin lebih tua dari negeri-negeri utara. Hegemoni utara yang membuat negeri-negeri selatan menjadi kerdil dan lupa akan sejarah panjangnya sendiri” Prof. Sunanto Arifin, yang tersebut sang Pembuka dari sang Penjemput NEGERA KELIMA

Tabula Rasa

“Vi, aku kini tahu siapa aku, Aku dilahirkan sebagai batu tulis kosong. Aku Tabula Rasa, aku adalah dogma dan aliran empiris dan aku terbentuk dari jalannya hidup. Aku tak pernah menyesalinya.Aku tak menyesali jalanku”

– halaman 183

Kesempatan Kedua

Novel yang tergolong Flashback ini, terlebih dahulu menghadirkan Prolog. Memberikan Clue sehingga memungkinkan untuk mengetahui ending cerita ini. Dan ini pula yang menjadikan Novel ini begitu mudah ditebak dari sampul lalu Prolog sebenarnya bisa saja membuat calon pembaca untuk lekas menutup buku lalu menyetel TV.

Read More